Media Sosial Disebut `Biang` Persebaran Radikalisme
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto/Foto: Dokumentasi Pusat Penerangan (Puspen) TNI
Jakarta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta masyarakat membantu membendung radikalisme. Ia menilai radikalisme menyebar cepat melalui media sosial.

"Di mana saat ini sudah banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial dan pertemuan-pertemuan tertutup," kata Hadi melalui keterangan resmi yang diterima Medcom.id, Senin, 5 Juni 2018.

Hadi mengatakan orangtua juga berperan penting mencegah radikalisme. Kepedulian orang tua melalui pengawasan dianggap mampu menjauhkan radikalisme dari anak-anaknya.


Hadi menegaskan bangsa Indonesia tidak boleh takut dan lengah terhadap radikalisme. Aparat TNI dan Polri serta tokoh masyarakat harus membendung paham tersebut karena dapat berujung pada anarkisme dan aksi-aksi terorisme.

Hadi juga mengungkapkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) harus berperan penting mendeteksi dan mencegah adanya bibit-bibit radikalisme.

“Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menjalankan tugasnya harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat lainnya dalam upaya membendung masuknya paham radikalisme,” ujar Hadi.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penting, seperti Asian Games, Pilkada Serentak 2018, dan Pemilu 2019.

"Kesuksesan kegiatan tersebut sangat tergantung pada situasi keamanan nasional, di mana Asian Games selain menjadi pertaruhan nama baik Indonesia juga menjadi potensi ekonomi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucap Hadi.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id