Suap Bupati Buton Selatan Diduga Terkait Pilkada Sultra
Ilustrasi suap - Medcom.id.
Jakarta: Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan sembilan orang lainnya ditangkap tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi malam. Kesepuluh orang ini diringkus karena diduga melakukan transaksi suap atas sejumlah proyek di Pemkab Buton Selatan.

Diduga kasus suap yang menyeret orang nomor satu di Buton Selatan ini berkaitan dengan proses Pilkada Sulawesi Tenggara. Mengingat, satu dari sepuluh orang yang ditangkap merupakan konsultan dari lembaga survei.

Agus sendiri merupakan anak dari mantan Bupati Buton Sjafei Kahar, yang maju sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) mendampingi mantan Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud. Pasangan ini didukung oleh PKB, PPP, dan Partai Demokrat.


"Sekitar 10 orang diamankan termasuk Bupati, PNS, konsultan lembaga survei dan pihak swasta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

(Baca juga: KPK Sita Rp400 Juta Dalam OTT Buton Selatan)

Kendati begitu, Febri belum bisa memastikan jika praktik suap itu berkaitan dengan pencalonan ayah Agus sebagai Wagub Sultra. Menurutnya, hal itu masih akan didalami dalam pemeriksaan lanjutan.

"Yang bisa disampaikan faktanya ada konsultan lembaga survei yang diamankan. Apakah nanti ada relasinya dengan peristiwa pilkada atau pendanaan pilkada tentu perlu kita kroscek dan klarifikasi lebih dulu," ujar dia. 

Febri mengatakan, setelah sempat menjalani pemeriksaan awal di Polres Baubau, tim memutuskan menggelandang tujuh dari 10 orang yang diamankan ke Jakarta pagi ini. Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan di markas Lembaga Antikorupsi.

"Direncanakan sekitar tujuh orang diagendakan penerbangan pagi, termasuk Bupati dan pihak terkait," ucap Febri.

Menurut Febri, kemungkinan rombongan orang nomor satu di Buton Selatan itu tiba di Gedung KPK siang nanti. Saat ini, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum terhadap pihak-pihak yang ditangkap tersebut.
 



(REN)