Mantan Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Mantan Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hendra Kurniawan Disebut Telah Memastikan Adanya Berita Acara Interogasi Kabareskrim

Fachri Audhia Hafiez • 01 Desember 2022 14:45
Jakarta: Penasihat hukum eks Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat, menyebut kliennya mengakui adanya berita acara intrograsi (BAI) terhadap Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Agus diyakinkan telah diperiksa terkait kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).
 
"Memang ada (pengakuan Hendra)," ujar Henry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis, 1 Desember 2022.
 
Henry tak menjelaskan lebih jauh mengenai hal yang diketahui oleh Hendra Kurniawan terkait tambang ilegal. Ia menekankan bukan kapasitasnya berbicara terkait kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya bukan kapasitasnya, jelas Hendra sama Sambo bilang memang benar ada lidik (penyelidikan)," ucap Henry.
 
Henry mendorong Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk bisa melindungi Ismail Bolong. Sehingga, kasus dugaan tambang ilegal bisa tuntas.
 
"Ismail Bolongnya harus dilindungi, jangan ditekan, jangan suruh lari, jangan diilangin," ujar Henry.
 

Baca juga: Kasus Tambang Ilegal, Istri dan Anak Ismail Bolong Penuhi Panggilan Polisi


 
Sebelumnya, Hendra Kurniawan menyebut Kabareskrim Komjen Agus Andrianto terlibat dalam kasus tambang ilegal. Kasus itu menyangkut soal pengakuan Aiptu Ismail Bolong hingga dugaan keterlibatan pejabat Polri.
 
"Ya kan sesuai faktanya begitu," kata Hendra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis, 24 November 2022.
 
Ferdy Sambo juga membenarkan pernah teken surat laporan hasil penyelidikan Propam Mabes Polri terkait tambang ilegal. Surat tersebut yakni laporan hasil penyelidikan atas dugaan adanya setoran tambang ilegal ke petinggi Polri yang ditangani Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri pada 7 April 2022. Petinggi yang dimaksud adalah Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.
 
"Kan ada suratnya. Ya sudah benar itu," ujar Ferdy Sambo di PN Jaksel, Selasa, 22 November 2022.
 
Sementara, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto melawan pernyataan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan. Dia menyerang balik dengan kasus kematian Brigadir J.
 
"Saya ini penegak hukum, ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup, maklum lah kasus almarhum Brigadir Yoshua (Brigadir J) saja mereka tutup-tutupi," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 November 2022.
 
Sebelumnya, viral beredar pengakuan Aiptu Ismail Bolong terkait dugaan back up atau koordinasi pertambangan ilegal di Kaltim. Dalam video viral tersebut, Aiptu Ismail Bolong mengaku mengepul dan menjual batu bara ilegal tanpa izin usaha penambangan (IUP) di wilayah hukum Kalimantan Timur. Keuntungan yang diraupnya sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar tiap bulannya.
 
"Keuntungan yang saya peroleh dari pengepulan dan penjualan batu bara berkisar sekitar Rp5 sampai Rp10 miliar dengan setiap bulannya," kata Ismail Bolong dalam videonya.
 
Ia juga mengaku video testimoni dirinya soal adanya setoran uang ke Kabareskrim dibuat atas tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat Karo Paminal Propam Polri, pada Februari 2022.
 
Kemudian, Ismail Bolong juga mengeklaim sudah berkoordinasi dan beri setoran kepada Kabareskrim. Ada uang yang diberikan tiga kali sebagai upah koordinasi.
 
"(Diberikan) sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus," kata Ismail.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif