Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Hanura Arief Suditomo/MI/Susanto
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Hanura Arief Suditomo/MI/Susanto

Blokir Situs Radikal, BNPT Pertaruhkan Kewibawaan Pemerintah

M Rodhi Aulia • 05 April 2015 07:41
medcom.id, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) percaya diri meminta pemblokiran sejumlah situs yang dinilai mengandung paham radikal dan terorisme. Sayangnya, BNPT belum sanggup merinci alasan pemblokiran tersebut.
 
Anggota Komisi I Arief Suditomo mengatakan, BNPT tengah mempertaruhkan tiga hal. "Pertama, BNPT menjadikan kewibawaan pemerintah sebagai taruhan, karena sudah mengeluarkan kebijakan ini," kata Arief dalam program Bincang Pagi, Metro TV, Minggu (5/4/2015).
 
Politikus Hanura ini menambahkan, BNPT juga menjadikan kebebasan berbicara dan berekspresi di media sosial terpenjara. Pemblokiran dikhawatirkan mengekang masyarakat beraktivitas di dunia maya.

"Ketiga, BNPT mempertaruhkan arus yang mengarah kepada Islamophobia atau tidak," tegas Arief.
 
Beberapa situs yang diblokir atas permintaan BNPT yakni arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, dan hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com. Namun, beberapa situs yang diblokir masih bisa dibuka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>