NEWSTICKER
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kanan). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kanan). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Menteri Yasonna Dikritik Memojokkan Anak Priok

Nasional kriminalitas
Media Indonesia • 16 Januari 2020 20:41
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritisi pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang dinilai memojokkan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terlahir sebagai anak Priok, Sahroni menyebut daerahnya tak identik dengan perilaku kriminal.
 
Sahroni meminta Yasonna lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Apalagi Yasonna merupakan pejabat publik.
 
"Pernyataan seperti itu kurang cakap muncul dari seorang menteri. Memang benar banyak kriminal muncul dari wilayah yang miskin, namun beliau tidak boleh menggeneralisasi. Tidak semua anak Priok seperti itu," ujar Sahroni, Kamis, 16 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sahroni menyebut dirinya bisa dijadikan contoh. Tumbuh di Priok, ia bisa membuktikan tak terjerumus ke hal-hal negatif.
 
Jakarta Utara, khususnya Tanjung Priok, memang lekat dengan premanisme dan kejahatan lain seperti narkoba. Namun, kondisi saat ini tak serta-merta bisa disamakan dengan masa lalu.
 
"Sekarang kriminalitas jauh berkurang. Peredaran narkoba juga berkurang jauh. Jajaran Polri terus menindak pelaku kejahatan dan menciptakan kantibmas di kawasan Priok," katanya.
 
Keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok, lanjut dia, tepatnya Jakarta International Container Terminal (JICT), menjadikan Priok sebagai penopang utama perekonomian. "Bukan hanya perekonomian Jakarta, tapi juga Indonesia," katanya.
 
Sahroni mengingatkan pejabat negara ataupun tokoh publik tak memberikan stigma negatif terhadap sebuah daerah.
 
"Langkah yang tepat seharusnya mendorong adanya perubahan di daerah rawan kriminalitas tersebut, sehingga menjadi kawasan aman dengan tingkat kesejahteraan tinggi."
 
Sebelumnya, saat berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Dalam sambutannya, Yasonna membandingkan kehidupan di kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras, dengan kawasan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elite.
 
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya, kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna, Kamis, 16 Januari.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif