Suasana sidang vonis eks Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menghadapi- Medcom.id/Ilham Pratama
Suasana sidang vonis eks Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menghadapi- Medcom.id/Ilham Pratama

Sekjen KONI Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Ilham Pratama Putra • 20 Mei 2019 23:57
Jakarta: Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun 8 bulan penjara oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hamidy dinyatakan terbukti bersalah memberikan suap kepada sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
 
"Dan membayar denda Rp100 juta subsider kurungan 2 bulan," kata Hakim Ketua Muhammad Arifin, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta Hamidy dipenjara empat tahun, serta membayar denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airifn menyatakan, Hamidy memberi suap kepada sejumlah pejabat Kemenpora ditujukan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora. Perbuatan Ending dilakukan bersama-sama dengan Bendahara KONI Johnny E Awuy.
 
Pejabat Kemenpora yang disuap adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana serta dua staf Kemenpora bernama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.
 
Di waktu yang bersamaan, majelis hakim juga menetapkan vonis terhadap Bendahara KONI Johnny E Awuy. Johnny divonis hukuman 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.
 
Baca: Eks Sekjen KONI Dituntut 4 Tahun Penjara
 
Dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora termuat dalam Proposal Dukungan KONI Pusat dalam rangka Pengawasan dan Pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018. Kedua, Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan Pendampingan Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Pada Multi Event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Hamidy dan Johny menyuap dalam bentuk memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu buah handphone merek Samsung Galaxy Note 9. Ending turut berperan memberikan hadiah kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta berupa uang Rp215 juta.
 
Hamidy dan Johny terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif