Barang bukti ponsel ilegal hasil rakitan. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Barang bukti ponsel ilegal hasil rakitan. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Polisi Bongkar Produsen Ponsel Ilegal di Penjaringan

Nasional Ponsel Black Market
Yurike Budiman • 03 Desember 2019 04:23
Jakarta: Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus produksi telepon seluler (ponsel) ilegal yang berlokasi di Ruko Toho Blok N 28-30, Penjaringan, Jakarta Utara. Satu tersangka berinisial NG ditangkap.
 
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menuturkan dalam proses produksinya, pelaku mengimpor aksesoris atau komponen ponsel dari Tiongkok. Pelaku kemudian merakit sendiri ponsel tersebut.
 
"Setelah itu dijual, dipasarkan di wilayah Indonesia," ujar Budhi, di Ruko Toho, Penjaringan, Senin, 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tersangka NG juga menjual ponsel impor dari negara tertentu. Pelaku juga menjanjikan garansi kerusakan. "Padahal, izin dari ruko tersebut bukan sebagai pabrik, tapi hanya jual beli aksesoris ponsel," ujarnya.
 
Pabrik ponsel ilegal tersebut sudah beroperasi sejak 2017. Pabrik milik tersangka berbentuk tiga ruko yang berderet di lokasi yang sama.
 
Tersangka NG juga punya 29 pegawai. Tiga orang di antaranya masih tergolong di bawah umur. Pabrik milik tersangka setidaknya mampu memproduksi 200 unit ponsel per hari.
 
Polisi menyita sekitar 18 ribu unit ponsel ilegal dengan 17 jenis yang berbeda. Handphone ilegal ini diduga sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Pasalnya, produk tersebut dijual secara online oleh tersangka
 
"Kita temukan unit handphone yang sudah terpaket dari berbagai merek yang di antaranya brand ternama yaitu Samsung. Mereka cukup banyak produksi handphone ini," kata Budhi.
 
Atas perbuatannya, NG dijerat Pasal berlapis. Yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif