Kabareskrim Komjen Idham Azis semasa menjadi kepala Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Amanda
Kabareskrim Komjen Idham Azis semasa menjadi kepala Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Amanda

Rekam Jejak Komjen Idham Azis

Nasional calon kapolri
Antara, Medcom • 24 Oktober 2019 20:44
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR RI. Internal Polri juga dipastikan solid berada di belakang Idham Azis sebagai calon kapolri.
 
“Kita mendukung apa yang sudah menjadi keputusan Presiden, khususnya Pak Kabareskrim sebagai calon tunggal Kapolri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Pergantian Kapolri dilakukan setelah Presiden Jokowi menunjuk Jenderal Tito sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Maju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aziz merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1988, terpaut setahun di bawah Karnavian yang lulus 1987.
 
Sepanjang karirnya di Kepolisian Indonesia, Aziz kenyang dengan penugasan di reserse maupun antiteror. Pada 2005, bersama Tito keduanya berhasil melumpuhkan teroris dr Azahari dan Noordin M Top, di Batu, Jawa Timur.
 
Buronan dan gembong teroris dari Malaysia dilumpuhkan dalam operasi Densus 88 yang dipimpin Komjen Makbul Padmanegara yang saat itu menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian.
 
Saat itu Aziz masih berpangkat ajun komisaris besar polisi. Ia juga tercatat membongkar jaringan teroris yang memutilasi tiga siswi di Poso, Sulawesi Tengah. Kemudian dia mendapatkan kepercayaan menempati posisi wakil ketua Satgas Bareskrim Poso mendampingi Karnavian.
 
Pada 2010, ia menjabat sebagai wakil kepala Detasemen Khusus Kepolisian Indonesia, lagi-lagi mendampingi Karnavian yang memimpin detasemen itu.
 
Pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara ini menjadi brigadir jenderal saat ia ditunjuk sebagai direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Kepolisian Indonesia pada 2013.
 
Karena sejumlah pengalamannya di Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Indonesia, ia dipercaya mengemban jabatan Kapolda Sulawesi Tengah pada 2014 untuk membantu menangani ancaman teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur dan menangkap pimpinan MIT, yaitu Santoso, melalui Operasi Camar Maleo III, Operasi Camar Maleo IV dan Operasi Tinombala.
 
Operasi ini cukup berhasil membatasi ruang gerak kelompok Santoso. Pada 2016, dia kembali ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia dengan pangkat Irjen atau bintang dua di pundaknya.
 
Kurang dari setahun kemudian, ia dipercaya Tito Karnavian yang sudah menjadi Kapolri untuk menempati posisi Kapolda Metro Jaya, menggantikan Komjen Mochamad Iriawan.
 
Salah satu terobosannya saat menjabat di sana adalah deklarasi Gerakan Antihoaks yang diikuti jajaran Polres di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Melalui gerakan ini, polisi membagikan modul, stiker ataupun kaos kepada pengguna jalan dan kalangan pelajar dengan tujuan mensosialisasikan bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks.
 
Pada Januari 2019, Aziz ditunjuk Karnavian menjabat kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia menggantikan Komjen Arief Sulistyanto yang dimutasi ke Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Indonesia.
 
Saat menjabat kepala Badan Reserse dan Kriminal, Aziz menjanjikan sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan yang ditangani Kepolisian Indonesia tidak akan ada yang dihentikan perkaranya.
 
Ia juga meminta jajarannya agar mempercepat dan memaksimalkan hukuman bagi para
pelaku karhutla sehingga memiliki efek jera.
 
Sebagai kepala Bareskrim, dia tercatat memimpin tim teknis pengusutan kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Tim Teknis dibentuk atas rekomendasi Tim Pencari Fakta.
 
Tim ini bekerja mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019, sesuai dengan perintah Presiden Jokowi yang memberi tenggat waktu tiga bulan kepada Tim Teknis. Aziz yang sudah 31 tahun malang-melintang bertugas pada korps baju coklat ini menyatakan kesiapannya bila nanti ia diamanahkan jabatan sebagai kepala Kepolisian Indonesia.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif