Tersangka perdagangan satwa dilindungi. Foto: Medcom.id/Cindy.
Tersangka perdagangan satwa dilindungi. Foto: Medcom.id/Cindy.

Pedagang Beruang Madu Dibekuk

Nasional satwa dilindungi
Cindy • 03 Juli 2019 16:20
Jakarta: Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap MUA, KG, dan AM. Mereka diduga terlibat kasus perdagangan satwa liar di Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara, Jawa Tengah.
 
"Tersangka S berhasil melarian diri dan masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombes Pol Adi Karya Tobing di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Dia mengatakan kasus ini terungkap hasil kerja sama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta lembaga pemerhati satwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adi mengungkapkan, pada Jumat, 14 Juni 2019, transaksi jual beli satwa dilindungi, seekor beruang madu, berlangsung di Terminal Bus Rembang, Jawa Tengah. Sekitar pukul 18.30 WIB, terduga pelaku berinisial S mengambil kiriman dari penjual satwa dilindungi.
 
"Namun, saat penyergapan tersangka S melarikan diri. Tim mengamankan barang bukti berupa satu ekor beruang madu dan handphone milik S yang terjatuh saat melarikan diri," ucap Adi.
 
Dari telepon genggam tersebut, tim berhasil mengetahui tersangka penjualan satwa liar berinisial MUA yang menjual beruang madu itu kepada S. Penjualan tersebut tak dilengkapi dokumen dan dilakukan melalui pemesanan daring dengan fasilitas rekening bersama.
 
Pada Kamis, 20 Juni 2019 sekitar, pukul 01.00 WIB, tim mengamankan MUA di Kaliwungu, Kudus. Barang bukti yang disita berupa satu telepon genggam, satu buku tabungan, satu sepeda motor, dan uang Rp6 juta.
 
"Sementara satwa liar yang diamankan berupa 15 ekor tiong mas atau beo beserta kandangnya," ujar Adi.
 
Dari olah telepon genggam MUA, polisi juga menangkap tersangka KG yang berada di Kecamatan Mayong, Jepara, Kamis, 20 Juni 2019, pukul 03.00 WIB. Dia juga seorang pemilik dan penjual satwa.
 
"Dari tangan KG, polisi menyita lima ekor kangguru tanah atau pelandu aru, tiga dewasa dan dua anakan, serta satu telepon genggam," tutur Adi.
 
Baca: Pengedar Trenggiling dan Burung Langka Ditangkap
 
Penangkapan berlanjut pada Jumat, 21 Juni 2019, pukul 19.00 WIB, di SPBU Bumi Rejo, Pati. Tim meringkus tersangka AS yang kedapatan membawa satwa dilindungi.
 
"Dari tangan AS, polisi menyita dua ekor kakaktua jambul kuning, dua ekor nuri kepala hitam, satu ekor nuri kelam, uang penjualan Rp500 ribu, dua telepon genggam, tiga karung dan satu kardus," ungkap Adi.
 
Satwa yang dilindungi tersebut dititipkan sementara di BKSDA Kabupaten Pati untuk disita dan dititiprawatkan ke Pusat Penyelamatan satwa (PPS), Jawa Barat. Para tersangka disangka Pasal 21 ayat (2) huruf a juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif