Penyidik KPK Novel Baswedan di lobi Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta. Foto: MI/Susanto
Penyidik KPK Novel Baswedan di lobi Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta. Foto: MI/Susanto

Novel Siap Lahir Batin Penuhi Panggilan Polda

Nasional kpk novel baswedan
Arga sumantri • 06 Januari 2020 10:12
Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipastikan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Novel akan dimintai keterangan terkait kasus penyiraman air keras yang menimpanya.
 
Pengacara Novel, Saor Siagian, menyatakan kliennya akan memenuhi panggilan polisi bersama tim kuasa hukum. Novel telah mempersiapkan apa yang akan diselisik oleh penyidik.
 
"Persiapannya, siap fisik dan mental, menjawab pertanyaan penyidik," kata Saor saat dikonfirmasi, Senin, 6 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saor belum memprediksi poin apa yang akan ditanya penyidik kepada Novel. Namun, dia memastikan Novel akan menjawab pertanyaan yang diutarakan penyidik.
 
"Bergantung apa yang mau dipertanyakan penyidik," ujarnya.
 
Selain tim kuasa hukum, Novel juga akan didampingi pihak KPK. Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan tim Biro Hukum KPK bakal mendampingi Novel.
 
Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta untuk membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan ini terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
 
Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
 
Presiden Joko Widodo mengultimatum Kapolri Jenderal Idham Azis, yang baru dilantik Jumat, 1 November 2019, untuk mengungkap penyerang Novel secepatnya. RM dan RB akhirnya ditangkap pada Kamis, 26 Desember 2019.
 
Dua polisi penyerang Novel itu kini dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk 20 hari pertama. RB sempat berteriak mencela Novel saat hendak masuk mobil tahanan.
 
"Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," kata RB.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif