Inneke Koesherawati diperiksa KPK (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Inneke Koesherawati diperiksa KPK (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Inneke Koesherawati Diperiksa KPK

Nasional suap di bakamla
Juven Martua Sitompul • 08 Juli 2019 13:28
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil ulang artis lawas Inneke Koesherawati. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi kasus dugaan suap terkait proses pembahasan, dan pengesahan anggaran proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).
 
Istri terpidana Fahmi Darmawansyah itu sudah berada di ruang penyidikan sejak pagi tadi. Inneke sebelumnya mangkir pemeriksaan KPK pada Senin, 1 Juli 2019.
 
"Iya, penjadwalan ulang hari ini. Saksi untuk tersangka Merial Esa," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri belum menjelaskan detail kaitan Inneke dengan kasus tersebut. Yang jelas, kata dia, hingga kini penyidik tengah menulusuri aliran suap ke perusahaan milik suaminya tersebut.
 
Dalam kasus ini, KPK telah membekukan uang senilai Rp60 miliar dari rekening PT Merial Esa. Pembekuan uang tersebut merupakan bagian dari upaya KPK mengejar keuntungan yang diperoleh PT Merial Esa dalam menggarap proyek satelit monitoring di Bakamla.
 
PT Merial Esa ditetapkan sebagai tersangka korporasi. PT Merial Esa diduga secara bersama-sama atau memberikan serta menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait dengan proses pembahasan dan pengesahan anggaran dalam APBN‎-P tahun 2016 untuk Bakamla.
 
Komisaris PT Merial Esa, Erwin Sya'af Arief yang sudah ditetapkan tersangka diduga berkomunikasi dengan Anggota Komisi I DPR RI‎, Fayakhun Andriadi mengupayakan agar proyek satelit monitoring di Bakamla masuk dalam APBN-P 2016.
 
Erwin menjanjikan fee tambahan untuk Fayakhun Andriadi jika meloloskan permintaannya. Total komitmen fee dalam proyek ini yaitu 7 persen, dimana 1 persennya diperuntukkan Fayakhun Andriadi.
 
Sebagai realisasi commitment fee, Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah, memberikan uang kepada Fayakhun Andriadi sebesar USD911.480 atau setara sekitar Rp12 miliar yang dikirim secara bertahap sebanyak empat kali melalui rekening di Singapura dan Guang Zhou China.
 
PT Merial Esa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 ‎Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif