Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

KPK Bisa Turun Tangan Usut Penyelundupan di Garuda

Nasional Garuda Indonesia harley-davidson
Antara • 06 Desember 2019 14:57
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bisa turun tangan dalam kasus penyelendupan motor Harley-Davidson di pesawat Garuda Indonesia. Kasus ini membuat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra dicopot.
 
"KPK melalui PIPM (Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat) atau Polri dan Kejaksaan Agung bisa melakukan pemeriksaan sebatas pengumpulan bahan keterangan sebagai early warning tanpa masuk dalam tahap lidik," kata pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji di Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Menurut dia, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah ada penyalahgunaan wewenang atau tindakan melawan hukum serta kerugian negara dalam perbuatan tersebut. Aksi ini diduga sudah terencana dan terstruktur meski dalam lingkup kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eks Komisioner KPK itu menyebut sebagai langkah pembelajaran ke depan, sebaiknya pihak terkait diperiksa. KPK juga perlu memberi usulan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberi teguran keras kepada direksi Garuda Indonesia.
 
"Jadi gugatan secara perdata, pemeriksaan dugaan pidana dan pelanggaran administratif memang menjadi pilihan yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum sehingga tidak timbul kesan bahwa pelaku adalah pelaku yang memiliki imunitas terselubung," ucap dia.
 
Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan motor Harley-Davidson dan duasepeda Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu 16 November 2019.
 
Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya. Nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar dalam kasus ini.
 
Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra dicopot karena kasus ini. Untuk sementara, Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama.
 
Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley-Davidson dan dua sepeda Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif