Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius

Aktor di Balik Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja Akan Diproses Hukum

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Kautsar Widya Prabowo • 08 Oktober 2020 22:25
Jakarta: Aksi demontrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) berujung ricuh. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan aktor di balik kerusuhan itu akan diproses secara hukum.
 
"Proses hukum terhadap semua pelaku dan aktor yang menunggangi aksi anarkis," ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 8 oktober 2020.
 
Mahfud mengatakan pemerintah menghormati setiap kebebasan berpendapat dari masyarakat soal UU Ciptaker. Namun, penyampaian pendapat tersebut harus dilakukan dengan baik, tanpa menganggu ketertiban umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, sikap anarkistis yang dilakukan massa sudah mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Bahkan, massa merusak dan membakar sejumlah fasilitas umum.
 
"Demi ketertiban (dan) keamanan pemerintah akan tegas aksi anarkis yang bertujuan rusuh dan (memuculkan) ketakutan di dalam masyarakat," tuturnya.
 
Baca: 17 Halte TransJakarta Rusak saat Demo, Kerugian Ditaksir Rp45 Miliar
 
Demonstrasi menolak UU Ciptaker terjadi di sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Lokasi kantong massa penolak UU Ciptaker itu terkonsentrasi di sejumlah titik.
 
Setidaknya ada lima titik kantong massa penolak UU Ciptaker. Dari Jalan Harmoni, Jakarta Pusat; Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Selatan; Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat; Jalan Daan Mogot, Tangerang; kawasan Senen, Jakarta Pusat; dan Jalan Ahmad Yani, Bekasi.
 
Aksi unjuk rasa di Jalan Harmoni sempat ricuh. Bentrokan antara massa pendemo dan aparat kepolisian tak terhindari. Bahkan demonstran di Harmoni juga mencoret-coret dinding ruko yang berada di sekitar lokasi demo, dan membakar pos polisi.
 
Selain itu, ada 17 halte TransJakarta yang dibakar massa saat unjuk rasa. Yakni Harmoni, Bank Indonesia, Gambir, Sumber Waras, Grogol, Dukuh Atas, Petojo, Bendungan Hilir, Rumah Sakit Tarakan, serta Kwitang. Kemudian, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Sarinah, Tosari Baru, dan Tosari Lama. Kemudian Karet Sudirman, Sentral Senen, Senen arah Pulo Gadung, dan Senen arah Harmoni.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif