Indra Kenz menggunakan pakaian tahanan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Indra Kenz menggunakan pakaian tahanan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Aset Kripto Indra Kenz dan Nathania Senilai Rp35 Miliar Segera Disita

Nasional Investasi Bodong Aset Kripto Indodax Binary Option Indra Kenz
Nia Deviyana • 22 April 2022 11:35
Jakarta: Bareskrim Polri segera menyita akun kripto di Indodax tersangka kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz dan adiknya, Nathania Kesuma. Aset kripto dalam akun itu senilai Rp35 miliar.
 
"Yang di Indodax, iya akan kita sita," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara saat dikonfirmasi, Jumat, 22 April 2022.
 
Namun, Chandra belum dapat menyampaikan waktu penyitaan dan persiapan yang dilakukan saat kegiatan itu dilakukan. Sebab, hal itu merupakan teknis penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain aset kripto di Indodax, Bareskrim Polri juga sempat mengendus aset kripto Indra Kenz di luar negeri. Nilainya sangat fantastis mencapai Rp58 miliar. Namun, masih dalam penelusuran.
 
"Untuk yang di luar negeri (LN) kita belum dapat," ujar Chandra.
 
Baca: 118 Korban Binomo Merugi Rp72 Miliar Lebih
 
Nathania Kesuma ikut terseret kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo Indra Kenz karena menerima aliran dana dari kakaknya tersebut. Nathania menerima uang diduga kuat hasil dari kejahatan senilai Rp9.443.436.055.
 
Nathania juga dibelikan sebuah rumah di Medan, Sumatra Utara oleh Indra. Kemudian, membuat akun kripto di Indodax bersama Indra dengan aset mencapai Rp35 miliar.
 
Fakta-fakta itu terbongkar saat pemeriksaan pada Rabu, 20 April 2022. Nathania ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri pada Kamis dini hari, 21 April 2022.
 
Adik Indra Kenz itu dijerat Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
 
Sedangkan, Indra Kenz dijerat Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif