Indra Kesuma atau Indra Kenz. Sumber: Instagram/@indrakenz
Indra Kesuma atau Indra Kenz. Sumber: Instagram/@indrakenz

Adik Indra Kenz Terancam 5 Tahun Bui

Nasional judi online Investasi Bodong Penipuan investasi Binary Option Indra Kenz Binomo
Siti Yona Hukmana • 21 April 2022 08:59
Jakarta: Adik Indra Kesuma alias Indra Kenz, Nathania Kesuma, ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option platform Binomo. Nathania terancam penjara lima tahun.
 
"Iya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada Medcom.id, Kamis, 21 April 2022. 
 
Jenderal bintang satu itu mengungkap Nathania terseret karena menerima aliran dana dari Indra Kenz. Jumlahnya Rp9.443.436.055. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nathania juga tercatat sebagai pemilik sebuah rumah yang dibeli Indra Kenz di kawasan Medan, Sumatra Utara (Sumut). Nathania juga ikut membuat akun Indodax bersama kakaknya itu.
 
"(Pada Indodax) terdapat aset kripto sekitar Rp35 miliar dari tersangka Indra Kesuma," ungkap Whisnu.
 
Nathania ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Penahanan dilakukan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Rabu malam, 20 April 2022. 
 
Baca: Opsi Hukuman Mati Disebut Dapat Diterapkan pada Mafia Minyak Goreng
 
Nathania dijerat Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP terkait orang yang turut serta melakukan perbuatan pidana.
 
Indra Kenz adalah affiliator trading binary option Binomo. Dia mempromosikan investasi bodong itu untuk menggaet trader. Indra mendapat keuntungan 80 persen apabila trader kalah dan 20 persen jika trader menang.
 
Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo itu pada Jumat, 25 Februari 2022. Dia langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
 
Indra dijerat Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif