Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kejagung Periksa 2 Saksi Selisik Pelanggaran HAM Berat Paniai

Siti Yona Hukmana • 29 Maret 2022 17:45
Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Paniai, Papua. Pengusutan dilakukan lewat pemeriksaan dua saksi. 
 
"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung telah melakukan pemeriksaan dua saksi," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 Maret 2022. 
 
Ketut mengatakan dua orang saksi diperiksa terkait dugaan pelanggaran HAM yang berat dalam peristiwa di Paniai. Kedua saksi itu berinisial MMJ dan HH. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Ketut tidak membeberkan hasil pemeriksaan. Begitu pula atribusi kedua saksi tersebut. 
 
"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M," ungkap Ketut.
 
Baca: Usut Rasuah Impor Baja, Kejagung Periksa Tiga Saksi dari KPPI
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mulai mengusut kasus dugaan pelanggaran HAM di Paniai, Papua, pada 2014. Kala itu, ia masih sebagai penyidik. Keputusan Jaksa Agung telah ditandatangani yang teregister dengan Nomor 267 Tahun 2021.
 
Penyidikan juga dimulai atas dasar surat perintah penyidikan Nomor Print-79/A/JA/12/2021 tanggal 3 Desember 2021. Keputusan dan surat perintah Jaksa Agung tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan surat Ketua Komisi Nasional (Komnas) HAM Nomor 153/PM/03/0.1.0/IX/2021, pada 27 September 2021. 
 
Sudah 61 saksi diperiksa selama proses penyidikan. Sebanyak enam di antaranya merupakan saksi ahli yang terdiri dari ahli forensik pengambil visum korban dari RSUD Paniai, ahli balistik pengujian senjata api, ahli hukum humaniter, ahli HAM yang berat, ahli legal forensik, dan ahli hukum militer.
 
Sementara itu, 55 orang lainnya adalah saksi dari unsur sipil, TNI, kepolisian, dan tim investigasi bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Saksi dari unsur TNI menjadi yang paling banyak diperiksa, yakni 24 orang. 
 
Adapun unsur sipil dan Polri masing-masing delapan dan 17 saksi. Kejagung akan mengumumkan tersangka pada awal April 2022. 
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif