Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto

Dua Anggota DPRD dari PDIP Diperiksa Kasus Meikarta

Nasional meikarta OTT Pejabat Bekasi
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Desember 2018 11:50
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Hari ini, penyidik memeriksa Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti.

Selain memeriksa Jejen, diperiksa pula legislator dari Fraksi PDIP lainnya, yakni anggota DPRD Jawa Barat Waras Wasisto. Keduanya diperiksa untuk tersangka yang sama.

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NR (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 3 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Ida Dasuki juga dijadwalkan diperiksa. Ia akan diperiksa untuk tersangka Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati.  Kemudian, satu konsultan bernama Fitradjaja Purnama turut diperiksa untuk tersangka Taryudi selaku Konsultan Lippo Grup. Kendati demikian, Febri belum membeberkan informasi apa yang akan digali dari keempat saksi tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin serta delapan orang lainnya sebagai tersangka. KPK terus mendalami skandal suap yang disebut melibatkan Lippo Group ini.

Baca: Suap Meikarta Demi Kepentingan Lippo Group


Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya sejumlah pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.
 
Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Bupati Neneng. Pertemuan dilakukan dengan alasan silaturahmi persalinan. 

Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di area Meikarta.

Baca: Sumber Suap Meikarta Teridentifikasi

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara, PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.




(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi