Sumber Suap Meikarta Teridentifikasi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Pengungkapan sumber uang suap Meikarta milik Lippo Group semakin terang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus rasuah ini.

"Kami sudah mengidentifikasi dugaan sumber-sumber uang suap tersebut," tegas juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu, 24 November 2018.

Penyidik menduga suap dilakukan atas instruksi dan sepengetahuan petinggi Lippo Group. Lembaga Antirasuah kini menyelisik keterlibatan orang-orang dalam korporasi. Termasuk keputusan korporasi yang berkaitan kasus tersebut.


Baca: KPK Periksa Sespri Bos Lippo Cikarang
 
Febri masih enggan menjawab saat disinggung siapa pihak Lippo Group yang memberi keputusan atas penyuapan tersebut. Semua fakta baru merupakan bagian penyidikan.

"Belum bisa disampaikan lebih lengkap saat ini," ucap Febri.

KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini. Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Baca:  Kesaksian Pejabat Lippo Group Tak Sinkron

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id