Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo konpers penetapan tersangka Ferdy Sambo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo konpers penetapan tersangka Ferdy Sambo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polri Dinilai Tak Pandang Bulu di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Fachri Audhia Hafiez • 13 Agustus 2022 19:44
Jakarta: Penetapan tersangka mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dinilai meningkatkan citra Korps Bhayangkara. Bahkan, pemberian sanksi terhadap puluhan anggota disebut langkah Polri tak pandang bulu.
 
"Mentersangkakan FS dan memberikan sanksi etik, itu tentu saja meningkatkan citra Polri dan langkah yang tidak pandang bulu dalam hal ini," kata Ketua Setara Institute Hendardi kepada wartawan, Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Hendardi mengingatkan Polri dalam hal ini Inspektorat Khusus (Itsus) lebih hati-hati saat menjatuhkan sanksi kepada puluhan anggota yang dianggap tak profesional menangani pembunuhan Brigadir J. Menurut dia, puluhan anggota Polri itu tak bisa serta merta dikenakan sanksi pidana menghalangi proses penyidikan lantaran saat itu mereka mengikuti perintah Ferdy Sambo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendardi mengatakan anggota Polri yang menjadi bawahan Ferdy Sambo pasti melakukan apa pun yang diperintah. Mengingat, Ferdy Sambo berpangkat jenderal bintang dua.
 
"Misalnya seorang Kompol atau AKBP diperintah (jenderal) bintang dua, itu enggak bisa menolak. Pada kenyetaannya tidak mudah. Ini harus hati-hati, ini nanti banyak korban," ujar Hendardi.
 

Baca: Istri Ferdy Sambo Berada di Kamar Saat Brigadir J Dieksekusi


Hendardi mengatakan Polri harus benar-benar melihat apakah anggota Polri ini ingin membantu Sambo atau hanya karena perintah seorang atasan. Dia menyebut Polri bisa melibatkan Kompolnas saat hendak memberikan sanksi terkait pelanggaran kode etik.
 
"Kasus ini sangat menentukan untuk proses selanjutnya, penilaian masyarakat terhadap Polri," ucap dia.
 
Polri menetapkan empat tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Keempatnya ialah Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif