Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Medcom.id/Siti Yona
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Medcom.id/Siti Yona

Kapolri Pastikan Penanganan Kasus Brigadir J Sesuai Harapan Presiden

Siti Yona Hukmana • 10 Agustus 2022 08:31
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan mengusut tuntas kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J secara akuntabel, jujur, terbuka, dan transparan. Hal itu sesuai harapan masyarakat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 
 
"Harapan Bapak Presiden jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Listyo di Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2022. 
 
Dia mengakui tim khusus (timsus) bentukannya menemukan hambatan dalam proses penyidikan. Hambatan itu terjadi karena adanya penghilangan barang bukti oleh anggota Polri. Dia meminta timsus memeriksa mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo untuk menggali terkait perintah menghilangkan bukti tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait dengan hambatan upaya untuk menghilangkan barang bukti saya minta kepada timsus lakukan pemeriksaan terhadap saudara FS apakah ada perintah dari yang bersangkutan dan segera laporkan hasilnya," ungkap mantan Kabareskrim Polri itu. 
 

Baca: Kapolri Janji Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J ke Publik


Timsus juga diminta bekerja keras, profesional, akuntabel, dan mengedepankan scientific crime investigation dalam penyidikan. Sebab, kata dia, Polri akan mempertanggung jawabkan kasus yang menjadi perhatian publik itu. 
 
"Dan harapan kita semua kasus ini bisa segera tuntas dan segera bisa kita limpahkan ke Kejaksaan untuk segera bisa diproses sidang," ujar mantan Kapolda Banten itu. 
 
Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE), Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo. 
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. 
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif