Koordinator Tim Pengacara Muda KNPI, Tegar Putuhena saat di konfrensi pers di Media Center DPP KNPI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019. Istimewa
Koordinator Tim Pengacara Muda KNPI, Tegar Putuhena saat di konfrensi pers di Media Center DPP KNPI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019. Istimewa

Dewan Pengawas Dinilai untuk Menguatkan KPK

Nasional revisi uu kpk
Medcom • 13 September 2019 20:02
Jakarta: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendukung upaya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya adanya dewan pengawas.
 
Koordinator Tim Pengacara Muda KNPI, Tegar Putuhena, menilai dewan pengawas diperlukan untuk menjamin tidak adanya penyalahgunaan wewenang atau politisasi hukum. Sama halnya dengan isu tumbuh suburnya paham khilafah di tubuh KPK, menurut Tegar, ini menjadi tantangan komisioner untuk mengatasinya.
 
“Kita memerlukan KPK yang kuat sehingga penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di KPK bisa dibersihkan dan tidak tumbuh lagi,” kata Tegar, di Media Center DPP KNPI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Tegar pihaknya secara tegas mendukung semua upaya pemberantasan korupsi, termasuk usaha menguatkan dan menyempurnakan kinerja KPK.
 
KNPI juga mendorong KPK menjadi teladan dalam transparansi serta good corporate governance. Tegar menyampaikan itu untuk merespons opini wajar dengan pengecualian (WDP) terhadap laporan keuangan KPK pada 2018.
 
“Pemberantasan korupsi harus sesuai yang kita cita-citakan pada KPK sebagai anak kandung reformasi. Publik pasti bertanya, bagaimana lembaga antikorupsi sekelas KPK justru lalai dalam tata kelola keuangannya,” ujarnya.
 
Selain itu, lanjut Tegar, komisioner KPK juga harus mengklarifikasi dugaan penggelembungan anggaran pembangunan gedung baru KPK. Hal itu nampak dari temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2017.
 
“Walau kelebihan dana itu sudah dikembalikan oleh KPK, ini menunjukkan memang benar telah terjadi mark up, ini harus ditindaklanjuti. Bagaimana kita mau bersih-bersih jika sapunya kotor?” ucap Tegar.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif