Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Berkas Perkara I Nyoman Dhamantra Rampung

Nasional Impor Bawang Putih
M Sholahadhin Azhar • 05 Desember 2019 21:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan I Nyoman Dhamantra. Eks anggota DPR dari PDIP itu segera diadili.
 
"Hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan pelimpahan berkas, barang bukti ke penuntutan (tahap 2) terhadap tiga orang tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis, 5 Desember 2019.
 
Selain Nyoman, penyidik juga merampungkan berkas dua tersangka lain di kasus tersebut. Mereka adalah orang kepercayaan Nyoman, Mirawati Basri dan Elviyanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk merampungkan berkas ini, penyidik membutuhkan keterangan dari 47 saksi. Rencananya, Nyoman dan dua tersangka lain bakal diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.
 
KPK menetapkan I Nyoman sebagai tersangka. Nyoman dijerat bersama lima orang lainnya yakni Mirawati Basti dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.
 
Nyoman diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy. Uang itu diduga untuk memuluskan pengurusan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.
 
Dalam kesepakatan itu, Nyoman mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.
 
Nyoman diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.
 
Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara, Nyoman, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif