Kasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat menjabat sebagai Kapolresta Kota Bandung. Foto: Bayu Anggoro/MI
Kasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat menjabat sebagai Kapolresta Kota Bandung. Foto: Bayu Anggoro/MI

Berkas Perkara Pengaturan Skor Persikasi-Perses Rampung

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Candra Yuri Nuralam • 24 Januari 2020 18:59
Jakarta: Polisi sudah merampungkan berkas perkara pengaturan skor sepak bola Liga 3 antara Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang. Tersangka dan barang bukti diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk disidangkan.
 
"Tanggal 16 Januari 2020 berkas perkara sudah dinyatakan P21 dan 19 Januari 2020 kita menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejati di Sumedang," kata Kasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Hendro menjelaskan ada enam tersangka dalam kasus ini. Namun, hanya lima orang yang akan menjalani persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami perlu sampaikan ke rekan-rekan satu tersangka berinisial H pada November 2019 meninggal sehingga 23 Desember 2019 kita hentikan penyidikan, sudah kita SP3," ujar Hendro.
 
Hendro mengatakan rampungnya penyidikan kasus ini membuat tugas Satgas Antimafia Bola Jilid 2 selesai.
 
Satgas Antimafia Bola menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap dalam pengaturan skor pertandingan sepak bola Liga 3 antara Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang. Tersangka terdiri dari pihak manajamen klub, wasit, dan PSSI Jawa Barat.
 
"Diperoleh kesimpulan telah terjadi pengaturan skor, terjadi match fixing yang melibatkan pihak klub, wasit, dan PSSI," kata Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, Kamis, 28 November 2019.
 
Enam tersangka ditangkap pada 22 November 2019. Wasit utama berinisial DSP yang pertama ditangkap Satgas Antimafia Bola.
 
"Setelah itu pada hari yang sama di Bekasi, tiga orang yang berasal dari klub manajemen Persikasi Bekasi berinisial BT, HR, dan SH," lanjut dia.
 
Tim kemudian menangkap MR yang berperan sebagai perantara suap. "Yang terakhir kita menangkap saudara DS dari PSSI bagian perwasitan asprov PSSI Jawa Barat," terang Hendro.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif