Tiga tersangka pemalsu surat hasil tes PCR/Medcom.id/Yona.
Tiga tersangka pemalsu surat hasil tes PCR/Medcom.id/Yona.

Salah Satu Pemalsu PCR test Seorang Selebgram

Nasional Virus Korona pemalsuan dokumen pandemi covid-19
Siti Yona Hukmana • 08 Januari 2021 17:49
Jakarta: Polisi menangkap tiga pemalsu surat hasil tes polymerase chain reaction (PCR), MHA, 21; EAD, 22; dan MAIS, 21. Salah satu pelaku merupakan selebgram.
 
"Iya betul ada (tersangka selebgram). Inisialnya EAD itu dia yang punya akun (Instagram) @erlangss," kata Kanit 1 Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redi Hartana saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.
 
Menurut Redi tersangka EAD memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial Instagram. Selain itu, tersangka EAD juga memiliki satu channel YouTube.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya betul. Emang follower-nya dia 200 ribu. Dia juga punya YouTube ya," ujar Redi.
 
EAD memanfaatkan akun Instagram untuk mempromosikan penerbitan surat hasil tes PCR palsu tersebut. EAD berperan sebagai pihak yang mempromosikan pelayanan secara ilegal.
 
"Dia perannya sekadar mempromosikan saja ya," tegas dia.
 
Kasus pemalsuan surat hasil tes PCR palsu yang diperjualbelikan di media sosial sempat ramai dan dibahas oleh dokter Tirta. Ketiga pelaku menerbitkan surat itu dengan mengatasnamakan PT Bumame Farma (BF).
 
Baca: Jual Surat Hasil PCR Palsu, Tiga Pemuda Ditangkap
 
Subdit IV Tindak Pidana (Tipid) Siber Drektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku itu pada Jumat, 1 Januari 2021. Mereka ditangkap di lokasi berbeda-beda.
 
MHA ditangkap di Bandung, Jawa Barat; EAD di Jakarta; dan MAIS di Bali. Ketiga pemuda itu telah ditahan.
 
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara. Kemudian, Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 12 tahun penjara.
 
Terakhir, Pasal 263 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan Surat. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif