NEWSTICKER
Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab
Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab

Pengacara Nilai P21 Kasus Novel Dipaksakan

Nasional novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 26 Februari 2020 10:59
Jakarta: Penetapan status P21 (hasil penyidikan sudah lengkap)kasus penyiraman air keras kepada Penyidik Senior Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai memaksa. Polisi disebut mengesampingkan keterangan saksi yang meragukan kedua pelaku penyiraman.
 
"Polisi memaksakan. Karena Novel dan beberapa saksi mengatakan bukan kedua orang tersebut pelakunya," kata Pengacara Novel Baswedan, Saor Siagian di Jakarta, Rabu 26 Februari 2020.
 
Menurut Saor, penetapan P21 aneh. Pasalnya, kedua pelaku oknum anggota polisi itu hanya disebut sebagai eksekutor. Polisi belum mampu mengungkap aktor intelektual di balik penyiraman kepada sepupu Gubernur DKI Anies Baswedan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Siapa aktornya? Sampai sekarang belum terungkap" ujar Saor.
 
Berkas perkara tersangka penyerang Novel Baswedan telah selesai direvisi. Dokumen kedua pelaku Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dinyatakan lengkap.
 
Baca:Tersangka Penyerang Novel Baswedan Segera Diadili
 
"Pada Selasa, 25 Februari 2020, berkas tersangka (penyerang Novel) dinyatakan sudah lengkap (P21)," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono, melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.
 
Pengacara Nilai P21 Kasus Novel Dipaksakan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Foto: MI/Rommy Pujianto
 
Selanjutnya, penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Dua tersangka penyerangan terhadap Novel segera diadili.
 
Novel disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.
 
Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 26 Desember 2019.
 
Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Ronny dan Rahmat dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif