Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. Foto: MTVN/Deny Irwanto
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. Foto: MTVN/Deny Irwanto

Polri Ajak Masyarakat Lebih Peduli Bahaya Narkoba

Deny Irwanto • 13 Agustus 2016 09:34
medcom.id, Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bersama Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) di parkir selatan Senayan, Jakarta Selatan.
 
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, kegiatan ini dibangun untuk memberikan wawasan kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Boy berharap acara ini bisa menekan peredaran narkoba di masyarakat.
 
"Ini harus kita bangun semangat perang terhadap narkoba, agar masyarakat generasi muda yang ikut bisa mengigatkan bahwa bahaya narkoba ada di tengah-tengah kita," kata Boy Rafli di parkir selatan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8/2016).

Boy menjelaskan, Polri berharap pesan yang disampaikan bisa diterima baik oleh generasi muda. Dalam melakukan optimalisasi penyebaran pesan, Polri menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), kementerian, serta masyarakat sipil.
 
Pesan yang disampaikan, lanjut Boy, juga diilakukan dalam pendekatan budaya di masing-masing daerah.
 
"Pendekatan budaya, acara musik bebas narkoba. Jangan sampai jadi generasi muda mengkonsumsi narkoba, karena jelas betul ada pembodohan ketika mengonsumsi narkoba. Kita bangun kekuatan bersama berharap orang-orang berusaha untuk mengedarkan tidak ada celah," lanjut Boy.
 
Polri Ajak Masyarakat Lebih Peduli Bahaya Narkoba
Dua mahasiswi menunjukan selebaran berisi ajakan stop dan jauhi narkoba pada kampanye bahaya narkoba di sela penadatanganan kerja sama Kampus Bersih Narkoba di UPH, Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (16/2/2016). Foto: Antara/Muhammad Iqbal
 
Boy menegaskan, acara ini tidak hanya menyasar masyarakat, melainkan juga menyasar kepada anggota internal Polri. Sanksi tegas menanti anggota Polri jika terbukti terlibat jaringan nakoba.
 
Dia memastikan, anggota Polri yang terlibat dengan jaringan narkoba akan diberikan sanksi tegas termasuk pemberhentian dan sanksi pidana.
 
"Kita sudah tegas, jadi hukumnya saja kita konsisten, kalau ada aparat terlibat langsung dipecat dan ada sanksi pidana. Pencegahan sebenarnya tidak begitu susah, seperti tes urine terhadap anggota terus dilakukan," kata dia.
 
"Demikian pengawasan dari masyarakat juga, kalau ada petugas yang kira-kira diindikasikan terlibat peredaran, silahkan lapor," pungkas Boy.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>