Kondisi mobil yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Kondisi mobil yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

Berkas Perkara 77 Anggota TNI Perusak Polsek Ciracas Diserahkan ke Oditur Militer

Nasional tni penyerangan Perusakan Polsek Ciracas
Zaenal Arifin • 19 November 2020 16:13
Jakarta: Berkas perkara 77 anggota TNI yang merusak Polsek Ciracas, Jakarta Timur, telah rampung. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sudah melimpahkan berkas perkara para tersangka ke Oditur Militer II-07 Jakarta.
 
"Proses penyidikan dari POM (Puspom) atau penyidik sudah selesai," kata Kepala Oditurat II-07 Jakarta Kolonel Sus Faryatno Situmorang di Cakung, Jakarta Timur, Kamis, 19 November 2020.
 
Sus Situmorang menjelaskan tersangka berasal dari kesatuan TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Rinciannya 67 orang dari TNI AD, sembilan orang dari TNI AL, dan satu orang dari TNI AU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oditur Militer sebagai penuntut umum akan meneliti berkas perkara tersebut. Berkas perkara akan dikembalikan ke penyidik Puspom bila secara materiel dan formal masih ada yang kurang.
 
"Kami akan kembalikan ke penyidik (Puspom) untuk diperbaiki, dilengkapi, atau diperiksa, pengembangan dan lain sebagainya," ujarnya.
 
Sus Situmorang mengatakan berkas baru akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer bila perwira penyerah perkara (Pepera) dari satuan tersangka mengeluarkan surat keputusan penyerahan perkara (Skepra). Skepra ini yang membedakan proses peradilan militer dengan pidana umum yang ditangani Kejaksaan dan Kepolisian.
 
"Jadi berkas itu sekarang sudah ada di kami (Oditur Militer) semua, semua tersangka sudah dalam tahanan. Baik itu di (Rutan Militer) Cimanggis, Puspomal, dan di Halim," tuturnya.
 
Baca: 67 Prajurit Tersangka Perusakan Polsek Ciracas Segera Disidang
 
Sejumlah anggota TNI terlibat dalam perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus 2020. Penyerangan ini berawal dari keterangan palsu yang disampaikan anggota TNI, Prada MI.
 
Saat itu, Prada MI mengaku menjadi korban pengeroyokan sejumlah warga di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas. Padahal berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Puspom TNI, Prada MI mengalami luka karena kecelakaan tunggal saat berkendara.
 
Keterangan palsu Prada MI itu yang menyulut emosi anggota TNI lainnya. Mereka kemudian menyerang Polsek Ciracas dan merusak sejumlah fasilitas umum di sekitar kawasan Arundina. Sejumlah warga yang melintas di sekitar Polsek Ciracas juga ikut menjadi sasaran amukan anggota TNI.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif