Artis Gisella Anastasia saat datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Artis Gisella Anastasia saat datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Proses Hukum Tetap Berjalan Walau Gisel Minta Maaf

Nasional selebritas gisel Gisella Anastasia
Siti Yona Hukmana • 07 Januari 2021 14:27
Jakarta: Artis Gisella Anastasia (GA) menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tersebarnya video asusila yang dilakoninya dengan Michael Yukinobu Defretes (MYD). Namun, permintaan maaf Gisel tak menghentikan kasus yang tengah ditangani Polda Metro Jaya.
 
"Proses hukumnya tetap jalan dong," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Yusri mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus menjadwalkan pemeriksaan Gisel pada Jumat, 8 Januari 2021. Gisel diminta hadir pukul 10.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sambil Menahan Tangis, Gisel Minta Maaf
 
Sebelumnya, Gisel menyampaikan permintaan maaf di depan publik. Permintaan maaf itu tak hanya disampaikan Gisel kepada masyarakat luas, namun juga kepada putri dan mantan suaminya.
 
"Saya berharap melalui pernyataan saya ini, saya bisa dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dari semua pihak," kata Gisel di Hotel Four Season, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu malam, 6 Januari 2021.
 
Baca: Tersangka Video Asusila Michael Yukinobu Wajib Lapor Senin dan Kamis
 
Jagat maya dihebohkan video mesum yang diperankan seorang perempuan mirip Gisel. Setelah diusut polisi, Gisel mengaku menjadi pemeran perempuan dalam video. Gisel dan Michael ditetapkan sebagai tersangka kasus video asusila.
 
Gisel merekam video dewasa itu untuk dokumentasi pribadi. Video asusila itu lalu dikirim menggunakan AirDrop ke telepon genggam Michael.
 
Gisel dikenakan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Keduanya terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif