Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Pemalsu Surat Hasil Tes PCR Jaring Dua Konsumen

Nasional Virus Korona pemalsuan dokumen
Siti Yona Hukmana • 07 Januari 2021 17:46
Jakarta : MHA, 21; EAD, 22; dan MAIS, 21, mencari keuntungan atas keberhasilan memalsukan surat hasil tes polymerase chain reaction (PCR). Mereka mengiklankan pembuatan tes PCR palsu itu melalui Instagram.
 
"Ada dua konsumen yang sudah menjadi korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Januari 2021. 
 
Baca: 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusri mengatakan penawaran pembuatan surat hasil tes PCR covid-19 palsu itu dilakukan pertama kali oleh tersangka MHA melalui akun @hanzdays. Berikut isi penawarannya: 
'yang mau PCR cuma butuh KTP. Enggak usah swab benaran, 1 jam jadi. Ini bisa dipakai seluruh Indonesia enggak di Bali saja dan tanggalnya bisa pilih h-1, h-2 dan 100 persen lolos testimoni.
 
Surat tes PCR palsu itu mengatasnamakan PT Bumame Farmasi (BF). Para tersangka mematok harga PCR test palsu Rp650 ribu. Sementara itu, dua konsumen sudah melakukan pembayaran ke tersangka EAD. 
 
Namun, Yusri menyebut surat palsu itu tidak jadi diterima oleh kedua konsumen. Sebab, mereka melarikan diri usai kasus pemalsuan surat PCR test viral di Instagram.
 
Kasus ini viral karena unggahan dokter Tirta di akun Instagramnya terkait oknum yang melakukan pemalsuan surat hasil tes PCR. Unggahan dokter Tirta pun diketahui PT BF, lalu melaporkan kasus pemalsuan itu ke Polda Metro Jaya. 
 
"Tim bergerak untuk melakukan penyelidikan profiling dari mulai akun, karena saat ramai MHA ini menghapus akunnya. Ini yang menjadi dasar penyelidikan," ungkap Yusri. 
 
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara. Kemudian, Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 12 tahun penjara.
 
Terakhir, Pasal 263 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan Surat. Dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif