Rapat terbatas (Ratas) terkait tindak lanjut pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Kantor Presiden, Rabu (30/3/2016). Foto: MI/Panca Syurkani
Rapat terbatas (Ratas) terkait tindak lanjut pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Kantor Presiden, Rabu (30/3/2016). Foto: MI/Panca Syurkani

Menteri PUPR: Bangunan Pusat Olahraga di Hambalang Masih Kokoh

Nasional hambalang
Desi Angriani • 30 Maret 2016 20:56
medcom.id, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kondisi bangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang masih kokoh. Tanah juga tak mengalami pergeseran.
 
Penilaian itu merupakan hasil audit tim teknis yang di ketuai Kepala Litbang PU. "Kondisi bangunan seluruhnya dalam kondisi tegak dan tidak bergeser," kata Basuki dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
 
Basuki menjelaskan, tidak ditemukan retakan berarti pada struktur bangunan. Sebab pergeseran tanah hanya berkisar 8 milimeter per tahun. Terjadinya degradasi pada struktur bangunan, kata dia, masih dalam kategori normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adanya retak rambut masih dalam kategori normal. Kecepatan pergerakan tanah sangat lambat" imbuh dia.
 
Dia menambahkan, tim audit teknis menggunakan lima alat inklonometer untuk meneliti gerakan atau pergeseran tanah itu. Tim menyimpulkan pergerakan tanah terjadi bukan pada permukaan tanah secara keseluruhan tapi pada timbunan.
 
"Kalau di bawah 1,5 mm per tahun maka pergerakannya lambat. Coba bandingkan penurunan di pluit 12-15 cm per tahun. Di sini 8 mm per tahun," ungkapnya.
 
Meski demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah melanjutkan atau mengalihkan fungsi proyek itu. Basuki dan tim audit teknis baru akan berdiskusi pekan ini sebelum menyerahkan hasilnya ke Presiden.
 
"Ini dibutuhkan waktu, jadi tadi pak presiden sampaikan kita harus konservatif, hati-hati karena menyangkut hukum dan keuangan negara," tandasnya.
 
Adapun tim audit teknis di dukung tim pakar atau ahli Geoteknik Universitas Indonesia Paulus Kurniawan, Ahli Geoteknik Institut Teknologi Bandung Marsum Irsam, Ahli struktur bangunan Bambang Suhendro, ahli Struktur Bangunan ITB Bambang Budiono, Ahli Struktur Bangunan ITB Prof Drajad Widjayanto, dan Ahli Kebencanaan Doktor Surono. tim teknis melakukan penelitian gerakan tanah dari 23-25 Maret 2016.
 
Proyek Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Desa Hambalang, Bogor, Jawa Barat mangkrak sejak 2011. Proyek senilai Rp2,5 triliun ini dihentikan setelah KPK menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di proyek tersebut pada Agustus 2011.
 
KPK menetapkan beberpa tersangka, mulai dari Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusdinar hingga politikus Demokrat Muhammad Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Andi Alfian Mallarangeng, dan Angelina Sondakh.
 
(KRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif