Masa Penahanan Irwandi Yusuf Diperpanjang
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Masa penahanan Irwandi Yusuf, gubernur Aceh nonaktif yang tersandung kasus dugaan suap alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus), diperpanjang hingga 40 hari ke depan. Nasib serupa juga menimpa tiga tersangka lainnya: Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, Hendri Yuzal, dan Direktur PT Tamitana Teuku Syaiful Bahri.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Jumat, 20 Juli 2018, mengatakan, masa penahanan Irwandi dan Hendri diperpanjang sampai 1 September 2018, terhitung dimulai dari 24 Juli 2018. Sedangkan Ahmadi dan Teuku Syaiful akan ditahan sampai 2 September 2018.

Pada kasus ini, Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana Otsus Aceh tahun anggaran 2018. Irwandi meminta jatah kepada Ahmadi.


Namun Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 Juta kepada Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. ‎Diduga pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee delapan persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Sebagai pihak penerima suap Irwandi Yusuf, Hendri Yusuf, dan Syaiful Bahri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Ahmadi sebagai pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id