Penyidik KPK mengawasi jalannya sidang praperadilan Mardani H Maming di PN Jaksel. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Penyidik KPK mengawasi jalannya sidang praperadilan Mardani H Maming di PN Jaksel. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Diduga Ingin Intervensi Hakim, Penyidik KPK Pantau Praperadilan Mardani Maming

Candra Yuri Nuralam • 25 Juli 2022 12:04
Jakarta: Sejumlah penyidik kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perizinan pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu menyambangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Mereka memantau jalannya praperadilan terkait pengujian keabsahan penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming.
 
Para penyidik itu menggunakan rompi cokelat bertuliskan KPK di belakangnya. Mereka menyebar di dalam dan luar ruang persidangan.
 
Praperadilan kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi ahli dari kubu KPK dan Mardani. Sidang masih berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik KPK juga pernah menyambangi persidangan Mardani pada Jumat, 22 Juli 2022. Mereka datang karena mendapatkan informasi ada pihak yang mencoba mengintervensi keputusan hakim.
 
"Kami memperoleh informasi adanya pihak-pihak yang sengaja ingin melakukan intervensi terhadap proses praperadilan yang sedang berlangsung," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Jumat, 22 Juli 2022.
 
Ali mengatakan para penyidik datang untuk memantau jalannya persidangan. Termasuk, melihat gerak-gerik pihak-pihak yang diduga mencoba mengintervensi hakim.
 

Baca: KPK: Tudingan Kriminalisasi di Kasus Mardani Lumrah Tapi Salah


KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan suap dan gratifikasi terkait izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus itu.
 
Lembaga Antikorupsi belum membeberkan nama tersangka secara resmi. Namun, Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi menyebut dua orang dicegah KPK dalam kasus ini, yakni mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming dan adiknya, Rois Sunandar.
 
Maming dicegah karena berstatus tersangka. Pihak Imigrasi tidak memerinci status Rois dalam pencegahan itu. Rois pernah diperiksa KPK saat kasus itu di tahap penyelidikan.
 
Mardani diperiksa KPK pada 2 Juni 2022. Dia mengaku diperiksa terkait masalahnya dengan pemilik PT Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif