Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Korban Begal Jadi Tersangka, Seluruh Kapolda Diminta Kontrol Perkara di Polres

Nasional polri pembegalan begal
Yakub Pryatama Wijayaatmaja • 17 April 2022 12:54
Jakarta: Mabes Polri meminta seluruh kapolda di wilayah agar bergerak aktif dalam penanganan perkara-perkara di wilayah hukumnya masing-masing. Hal ini agar tidak terulang kasus korban begal yang menjadi tersangka.
 
“Sudah ditekankan kepada seluruh kapolda untuk kontrol penanganan perkara-perkara di Polres-Polres,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada Media Indonesia, Minggu, 17 April 2022.
 
Kasus korban begal ditetapkan sebagai tersangka terjadi di Lombok Tengah, Nusa tenggara Barat (NTB). Korban Amaq Sinta dijerat Satuan Reserse dan Kriminal Lombok Tengah atas kasus pembunuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amaq Sinta diduga telah melakukan pembunuhan terhadap dua begal yang menyerangnya di Desa Ganti, Praya Timur. Setelah dialihkan ke Polda NTB, akhirnya kasus korban begal menjadi tersangka itu dihentikan.
 
Dedi mengatakan kasus pelapor atau korban menjadi tersangka kerap terjadi di daerah. Hal ini membuat kinerja Polri di tingkat akar rumput dipertanyakan.
 
Dedi menuturkan pedoman dan regulasi hukum dari Mabes Polri sudah ada dan disebar ke wilayah. “Tinggal implementasi di wilayah masing-masing dan penafsiran-penafsiran hukum yang tidak selamanya sama,” ujar Dedi.
 
Baca: Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Disetop
 
Dalam kasus Amaq Sinta, kata dia, cukup Polda yang akan memberikan evaluasi terhadap kinerja Polres Lombok. “Enggak ada, cukup Polda saja,” ucap dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif