Rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi jasad di Kalibata City, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi jasad di Kalibata City, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Motif Mutilasi: Terdesak karena Tak Makan Beberapa Hari

Nasional kasus mutilasi pembunuhan Mutilasi Rinaldi
Kautsar Widya Prabowo • 21 September 2020 17:19
Jakarta: Polisi menyebut pasangan kekasih Laeli Atik Supriyatin, 27, dan Djumadil Al Fajri, 26, nekat membunuh hingga memutilasi korban, Rinaldi Harley Wismanu, 32, karena desakan ekonomi. Mereka mengaku sempat tak makan beberapa hari.
 
"Terdesak ekonomi untuk membayar kos dan kehidupan sehari-hari karena yang bekerja itu adalah L (Laeli)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 21 September 2020.
 
Menurut dia, masalah ini membuat kedua tersangka memiliki niatan jahat. Keduanya berniat memeras demi mendapatkan uang dengan cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian mencari (korban) yang terdekat (menggunakan aplikasi Tinder) adalah korban yang jadi korban mutilasi ini," jelas dia.
 
Laeli dan Djumadil membunuh Rinaldi di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Rabu, 9 September 2020. Tubuh pegawai perusahaan kontraktor itu kemudian dimutilasi pada Sabtu dan Minggu, 12 hingga 13 September 2020.
 
Potongan tubuh Rinaldi dimasukkan ke dua koper dan satu ransel. Potongan tubuh itu ditaburi kopi dan disemprotkan pewangi ruangan untuk menyamarkan bau mayat. Jasad Rinaldi lalu ditaruh di balkon Lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
 
Baca: Pembunuh Rinaldi Belajar Mutilasi dari YouTube
 
Korban rencananya dikubur di belakang rumah kontrakan di Perumahan Permata Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Namun, rencana pelaku gagal karena tertangkap polisi di rumah kontrakan tersebut pada Rabu, 16 September 2020.
 
Motif pembunuhan ini karena ingin menguasai harta benda korban. Sepasang kekasih itu dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan Berat, dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman mati.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif