Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. MI/Rommy Pujianto.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. MI/Rommy Pujianto.

KPK Ingin Diberi Kewenangan Tangani Korupsi Sektor Swasta

Nasional kpk
Arga sumantri • 20 Januari 2018 04:35
Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengapresiasi niatan korupsi sektor swasta akan jadi bagian tindak pidana korupsi. Syarif menginginkan agar KPK diberi kewenangan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menangani korupsi sektor swasta.
 
"Dalam KUHP harus ada pasal yang mengatakan bahwa KPK juga memiliki kewenangan penanganan tindak pidana korupsi yang termuat dalam KUHP," kata Syarif saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Januari 2018.
 
Syarif menilai masuknya korupsi sektor swasta dalam tindak pidana korupsi (tipikor) merupakan kemajuan. Sebab, itu berarti perilaku korupsi sektor swasta bisa juga dijerat sanksi pidana. Wacana itu juga sesuai dengan konvensi antikorupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Syarif tak sepakat jika penanganannya hanya diberikan pada Polri dan Kejaksaan Agung. Ia menilai, hal tersebut merupakan kesalahan berpikir.
 
"Karena tidak ada alasan filosofi atau sosial atau legal yang dapat membenarkan hal tersebut," ucap Syarif.
 
Syarif mengatakan, lembaga anti-korupsi di negara lain sudah bisa melakukan penyidikan korupsi sektor swasta. "KUHP Indonesia nanti akan jadi bahan tertawaan karena KPK dilarang menyidik dan menuntut korupsi sektor swasta," jelas dia.
 
DPR dan pemerintah tengah merevisi KUHP. Salah satu poinnya, menyepakati pasal mengenai korupsi di sektor swasta akan diatur dalam Rancangan KUHP. Dengan begitu, korupsi sektor swasta bisa dijerat pidana.
 
Anggota Panitia Kerja fraksi PPP, Arsul Sani memastikan, kewenangan mengusut korupsi sektor swasta akan diberikan pada Polri dan Kejaksaan Agung. "Hanya polisi dan kejaksaan, karena kalau KPK itu sekarang mengatur tindak pidana korupsi oleh penyelenggara negara," kata Arsul.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif