medcom.id, Surabaya: Mantan anggota Komisi VII DPR Johnny Allen Marbun membantah memerintahkan mantan Sekretaris pribadi mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, Muhammad Iqbal untuk membuang telepon genggam (handphone/HP).
"Apa kewenangan saya suruh (buang telepon genggam). Ada enggak kewenangannya?" kata Johnny di sela-sela Kongres Partai Demokrat, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2015).
Dia menantang Iqbal untuk menemuinya terkait tuduhan itu. "Panggil Iqbal ke sini, gue enggak kenal yang namanya Iqbal," tukas dia.
Walau demikian, ia mengaku pernah bertemu Iqbal di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pertemuan itu berlangsung kebetulan dan dikenalkan oleh adik Sutan.
Politikus Partai Demokrat itu mengaku memang ingin bertemu Iqbal. Pasalnya, nama Iqbal kerap terdengar seiring penyidikan kasus korupsi di Komisi Energi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.
Politikus Demokrat Johnny Allen Marbun. Foto: MI/Panca Syurkani
Dalam pertemuan yang menurutnya berlangsung singkat, Johnny menyampaikan beberapa hal kepada Iqbal. "Kamu jangan terlalu banyak (bicara). Karena sekarang kau menjadi sasaran tembak," ujar Johnny menirukan isi pembicaraannya dengan Iqbal.
Dalam berita acara pemeriksaan yang dibacakan Kuasa Hukum Sutan, Eggy Sudjana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Iqbal mengatakan pernah diminta Johnny untuk menghilang sementara waktu dan membuang telepon genggamnya.
"Johnny Allen Marbun mengatakan kepada saya, supaya saya menghilang dari peredaran atau menghilang sementara waktu. Handphone yang pernah saya gunakan selama ikut dengan Sutan harus dibuang. Saya jawab iya," ujar Iqbal di berita acara.
medcom.id, Surabaya: Mantan anggota Komisi VII DPR Johnny Allen Marbun membantah memerintahkan mantan Sekretaris pribadi mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, Muhammad Iqbal untuk membuang telepon genggam (
handphone/HP).
"Apa kewenangan saya suruh (buang telepon genggam). Ada enggak kewenangannya?" kata Johnny di sela-sela Kongres Partai Demokrat, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2015).
Dia menantang Iqbal untuk menemuinya terkait tuduhan itu. "Panggil Iqbal ke sini,
gue enggak kenal yang namanya Iqbal," tukas dia.
Walau demikian, ia mengaku pernah bertemu Iqbal di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pertemuan itu berlangsung kebetulan dan dikenalkan oleh adik Sutan.
Politikus Partai Demokrat itu mengaku memang ingin bertemu Iqbal. Pasalnya, nama Iqbal kerap terdengar seiring penyidikan kasus korupsi di Komisi Energi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.
Politikus Demokrat Johnny Allen Marbun. Foto: MI/Panca Syurkani
Dalam pertemuan yang menurutnya berlangsung singkat, Johnny menyampaikan beberapa hal kepada Iqbal. "Kamu jangan terlalu banyak (bicara). Karena sekarang kau menjadi sasaran tembak," ujar Johnny menirukan isi pembicaraannya dengan Iqbal.
Dalam berita acara pemeriksaan yang dibacakan Kuasa Hukum Sutan, Eggy Sudjana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Iqbal mengatakan pernah diminta Johnny untuk menghilang sementara waktu dan membuang telepon genggamnya.
"Johnny Allen Marbun mengatakan kepada saya, supaya saya menghilang dari peredaran atau menghilang sementara waktu. Handphone yang pernah saya gunakan selama ikut dengan Sutan harus dibuang. Saya jawab iya," ujar Iqbal di berita acara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)