Aset Milik Eks Kakorlantas Dilelang

Juven Martua Sitompul 27 November 2018 22:26 WIB
kasus simulator sim
Aset Milik Eks Kakorlantas Dilelang
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang sejumlah aset milik mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Inspektur Jendral Djoko Susilo. Aset dilelang untuk menutup kerugian negara.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, aset-aset yang dilelang itu antara lain 17 bidang tanah dan satu unit apartemen. Nilai aset itu mencapai harga limit Rp179,6 miliar.

"Aset yang dilelang dari perkara dengan tersangka atas nama Irjen Djoko Susilo," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 27 November 2018.


Febri menjelaskan lelang dilakukan secara open bidding, Kamis, 6 Desember 2018. Informasi lelang bisa diakses di situs KPK.

Tanah dan bangunan milik Djoko yang akan dilelang tersebar di beberapa wilayah, antara lain di Kelurahan Tanjung Barat, Kelurahan Jatipadang, Kelurahan Jagakarsa, Kelurahan Pulo, Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, dan Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara. Sedangkan, satu unit apartemen milik Djoko berada di The Peak A Beaufort Residence At Sudirman, Tower Regis Lantai 25, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Febri mengatakan lelang dilakukan dari hasil rampasan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 537 K/Pid.Sus/2014 tanggal 4 Juni 2014 atas nama Djoko Susilo, dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III.

KPK juga sudah menyerahkan rumah milik Djoko kepada Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah dalam bentuk hibah. Rumah tersebut digunakan untuk Museum Batik, di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Lembaga antirasuah juga menghibahkan 1 unit Toyota Fortuner 2.5 GAT tahun 2013, 1 unit Toyota Kijang Innova V XW43 Tahun 2007, dan 1 unit Isuzu Tahun 1996. Ketiga unit kendaraan itu akan dihibahkan dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional Kejaksaan Negeri Magetan.

Djoko merupakan terpidana kasus proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) roda dua dan roda empat serta tindak pidana pencucian uang. Jenderal bintang dua itu divonis 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta uang pengganti Rp32 miliar.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id