Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Aher Kembali Dipanggil KPK Pekan Depan

Nasional meikarta OTT Pejabat Bekasi
Fachri Audhia Hafiez • 04 Januari 2019 20:37
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memanggil mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap dalam proses perizinan proyek Meikarta di Bekasi.
 
"Pekan depan, kami rencanakan ada sejumlah saksi yang akan diperiksa. Termasuk mantan Gubernur Jawa Barat, yang pernah dipanggil sebelumnya tapi belum bisa hadir karena berbagai alasan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Febri tak memerinci jadwal pemeriksaan Aher. Namun, lembaga antikorupsi berharap Aher dapat memenuhi panggilan penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja dalam proses pemeriksaan berikutnya kami harap bisa hadir dan pemeriksaan bisa berjalan dengan baik," ucap Febri.
 
Baca:Sumber Suap Meikarta Teridentifikasi
 
Aher sebelumya mangkir dari panggilan KPK pada 20 Desember 2018. Dia absen tanpa pemberitahuan.
 
KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.
 
Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga digali keterangannya.
 
Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin.
 
James Riady mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.
 
Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.
 
Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara itu, PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.
 
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
 
Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Neneng dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif