Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino seusai menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino seusai menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Foto: MI/Bary Fathahilah.

KPK Telisik Teknis Pengadaan QQC di Pelindo II

Nasional rj lino
Juven Martua Sitompul • 03 Juli 2019 03:37
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II tahun anggaran 2010. Salah satu yang jadi fokus lembaga antirasuah saat ini adalah teknis pengadaan QQC.
 
"Kami terus menggali terkait dengan hal-hal yang sifatnya lebih teknis tentang QCC tersebut sehingga harapannya nanti kami semakin maju untuk melakukan proses perhitungan kerugian keuangan negara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Febri mengatakan pihaknya sangat hati-hati dalam menangani perkara ini. Bahkan, kata dia, lembaga antirasuah masih membutuhkan saksi-saksi lain untuk membuat terang konstruksi perkara korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi memang KPK harus berhati-hati untuk menangani perkara ini termasuk juga tentu seluruh perkara yang lain," ujarnya.
 
Tak hanya itu, menurut Febri, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk merampungkan berkas penyidikan RJ Lino. Penyidik, kata dia, masih harus mengidentifikasi sejumlah hal secara rinci.
 
"Karena yang dilakukan bukan hanya menghitung berapa jumlah kerugian keuangan negara tetapi sekaligus juga melakukan identifikasi-identifikasi termasuk juga identifikasi perbuatan melawan hukumnya secara lebih rinci agar ada hubungan kausalitas dengan berapa negara dirugikan akibat perbuatan melawan hukum tersebut," pungkasnya.
 
Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015 silam. Namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung.
 
Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. RJ Lino yang kini menjabat sebagai Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.
 
KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II.
 
RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.
 
RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif