Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.

Prosedur Besuk Tahanan di Mako Brimob Sesuai Prosedur

Nasional Kerusuhan Manokwari
Siti Yona Hukmana • 13 September 2019 14:06
Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah tudingan malaadministrasi di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob), Kelapa Dua, Depok. Ia mengeklaim prosedur jadwal besuk di rutan itu sesuai prosedur.
 
"Ya namanya rutan ya, itu ada aturan menjenguk jam berapa, harinya kapan, waktunya kapan. Ada standar operasional prosedur (SOP)," kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Argo mengatakan pengunjung diperbolehkan membesuk tahanan sesuai aturan yang ada. Ia pun meminta para pengunjung bertamu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab, kalau orang bertamu pukul 01.00 WIB pagi kan enggak mungkin," ujar Argo.
 
Sebelumnya, sejumlah kuasa hukum Ketua Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Suryanta Ginting melaporkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya ke Ombudsman DKI Jakarta. Pengacara Surya menuding ada perbuatan menghalang-halangi keluarga untuk membesuk Surya.
 
"Setiap kali menjenguk memang susah prosedurnya. Harus pakai izin ke Direktur Reserse Kriminal Umum (Kombes Suyudi Ario Seto). Itu enggak ada kayak gitu. Maka, kita laporkan ke Ombudsman," kata salah satu kuasa hukum, Nelson Nikodemus Simamora, kepada Medcom.id, Kamis, 12 September 2019.
 
Nelson menyebut kuasa hukum juga sulit bertemu Surya. Pengacara diminta membawa surat izin saat menjenguk.
 
"Lah apa hubungannya, apa-apaan ini? Kenapa lawyer harus minta izin direktur ketemu klien. Kan enggak ada cerita kayak gitu minta izin ke polisi. Ya datang saja berkunjung gitu loh," ujar Nelson.
 
Polisi menetapkan Surya sebagai tersangka dan ditahan di rutan Mako Brimob akibat melakukan pengibaran bendera bintang kejora saat aksi di depan Istana Negara, Rabu, 28 Agustus 2019. Selain Surya, polisi juga menahan lima warga Papua lainnya.
 
Mereka yakni Dano Tabuni, Charles Cossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda dan Wenebita Wasiangge. Keenam tersangka itu dijerat Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Keamanan Negara.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif