Terdakwa kasus korupsi PT ASABRI Heru Hidayat. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Terdakwa kasus korupsi PT ASABRI Heru Hidayat. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Hukuman Mati Disebut Tak Bisa Diterapkan pada Heru Hidayat

Candra Yuri Nuralam • 20 Desember 2021 19:59
Jakarta: Kuasa hukum Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, Kresna Hutauruk menilai hukuman mati tidak bisa diterapkan ke kliennya. Tuntutan mati ke Heru dari jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung dinilai telah menyesatkan publik.
 
"Kami sangat menyayangkan tindakan JPU yang menggunakan dalil putusan Pengadilan Negeri yang sudah dibatalkan oleh putusan kasasi hanya untuk memaksakan tuntutan di luar dakwaan, yang jelas menyimpang. Ini menunjukkan JPU sudah kehabisan akal," kata Kresna di Pengadilan Negeru Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 20 Desember 2021.
 
Kresna menilai jaksa tidak memasukkan pasal yang bisa menjerat Heru dengan hukuman mati dalam dakwaan. Sehingga, permintaan hukuman mati untuk Heru diyakini sudah melenceng dari dakwaan jaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kresna juga menilai jaksa salah menghitung total kerugian dalam kasus ini. Dia yakin kliennya tidak merugikan negara Rp22 triliun sesuai dengan tuntutan jaksa.
 
"Apabila metode penghitungan hanya menghitung uang keluar, tentunya bukan hanya ASABRI yang mengalami kerugian, Perusahaan seluruh dunia juga akan mengalami kerugian. Oleh karena itu jelas kerugian negara dalam perkara ini tidak tepat," ucap Kresna.
 
Selain itu, jaksa dinilai mengabaikan fakta persidangan dalam kasus ini. Jaksa diminta tidak sembarangan memberikan tuntutan karena menyangkut nasib orang.
 
"JPU tidak boleh menyesatkan masyarakat dan menghalalkan segala cara dengan kekuasaannya untuk menuntut terdakwa di luar surat dakwaan," ujar Kresna.
 
Sebelumnya, Heru Hidayat dituntut hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Jaksa menilai hukuman itu pantas untuk Heru.
 
"Menghukum terdakwa Heru Hidayat dengan pidana mati," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.
 
Baca: Terdakwa Kasus ASABRI Heru Hidayat Menolak Tuntutan Hukuman Mati
 
Jaksa menilai hukuman itu pantas karena Heru juga terlibat dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, Heru dihukum penjara seumur hidup karena kerugian negaranya lebih dari Rp16 triliun.
 
Lalu, hukuman itu pantas diberikan ke Heru karena tindakan korupsi masuk kejahatan luar biasa. Dia juga tidak mendukung pemerintah dalam membuat penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
 
Dalam kasusnya, jaksa menilai tidak ada tindakan yang bisa meringankan hukuman Heru. Beberapa hal meringankan yang ada di persidangan ditolak jaksa.
 
Heru disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Lalu, dia juga disangkakan melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif