Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Ini Nama 3 DPO DNA Pro yang Masuk Red Notice

Nasional polri Penegakan Hukum Investasi Bodong Penipuan investasi Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 18 April 2022 09:59
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengirimkan tiga nama daftar pencarian orang (DPO) kasus investasi bodong DNA Pro Akademi untuk diterbitkan red notice. Upaya itu dalam rangka menangkap pelaku yang diduga berada di Turki untuk diekstraksi ke Indonesia.
 
Ketiga DPO tersebut ialah Fauzi alias Daniel ZII dan Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Sedangkan DPO lainnya merupakan seorang perempuan bernama Ferawaty alias FEI.
 
"Kami telah mengirimkan tiga nama tersangka DPO kasus robot trading DNA Pro yang diterbitkan red notice," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada Medcom.id, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak korban menduga tersangka DNA Pro melarikan diri ke Turki. Korban pun mendatangi Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk menyurati dan meminta bantuan pihak Turki.
 
"Kami mendatangi Kedutaan Besar Turki di Jakarta guna menyampaikan surat secara resmi tertuju kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, terkait keinginan para korban DNA Pro," kata kuasa hukum korban DNA Pro, Zaenul Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis, 14 April 2022.
 
Zaenul mengatakan para korban meminta pemerintah Turki membantu menangkap para petinggi DNA Pro. Termasuk, menelusuri aset para tersangka yang diduga telah masuk pencucian uang.
 
"Mengingat owner dan beberapa management diduga sudah melarikan diri ke luar negeri dan diduga buronan tersebut ada di Turki, maka kami lakukan menempuh jalur politik dan diplomatik agar dana para korban dapat dikembalikan seutuhnya dan hukum dapat ditegakkan semestinya, sehingga kasus serupa tidak terulang lagi di Indonesia," ungkapnya.
 
Baca: Polisi Ajukan Red Notice 3 DPO DNA Pro
 
Dalam perkara ini, penyidik menetapkan 12 tersangka, yakni inisial YS, RU, RS, RK, FR, AB, ZII, JG, ST, FE, AS, dan DV. Sebanyak enam tersangka, yakni RS, R, Y, dan Frangky (F), ditangkap pada Kamis, 7 April 2022.
 
Sedangkan, dua tersangka lainnya Jerry Gunanda (JG) selaku pendiri (founder) Tim Octopus dan Stefanus Richard (SR) selaku mitra pendiri (co-founder) Tim Octopus ditangkap pada Jumat, 8 April 2022.
 
Para tersangka dijerat Pasal 106 juchto Pasal 24 dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 5 jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif