Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. MI/Ramdani
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. MI/Ramdani

Analisis Guru Besar Hukum Pidana Terkait Pemecatan Terawan

Medcom • 30 Maret 2022 21:55
Jakarta: Pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menuai polemik. Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia (UI), Indriyanto Seno Adji, turut menganalisis. 
 
Bagi Indriyanto, etika profesi dokter tidak bisa diartikan sempit. Ketika norma etik dimaknai sempit, dia melihat hal itu akan berdampak kurang baik.
 
"Akan menimbulkan dampak yang eksesif dan subjektif," kata Indriyanto melalui keterangan tertulis, Rabu, 30 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui pendekatan hukum, kata dia, norma etik harus memiliki tujuan objektif. Selain untuk kepentingan penegakan perlindungan individu, juga untuk menghargai penegakan perlindungan kepentingan masyarakat.
 
Dalam konteks ini, Indriyanto ingin menyatakan bahwa pemecatan Terawan dari IDI tak serta-merta membuatnya kehilangan kewenangan untuk tetap melakukan praktik kedokteran. Menurutnya, Terawan tetap dapat berpraktik menjalankan profesinya.
 
"Tindakan Terawan dapat dibenarkan secara etik dan hukum. Tindakannya masih dalam batas-batas etik hukum," kata dia.
 
Merujuk pada polemik diagnosis atau terapis, Terawan bisa saja melanggar regulasi etik formil. Tetapi, kata Indriyanto, tindakan Terawan dibenarkan karena tidak menabrak hukum. 
 
"Ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat dari praktik dokter Terawan," katanya.
 
Baca: Epidemiolog Beberkan Alasan Terapi 'Cuci Otak' Terawan Dihentikan
 
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto diberhentikan secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ada lima poin penyebab pemecatan tersebut. 
 
"Terawan diberhentikan secara permanen dari keanggotaan IDI, salah satu keputusan Muktamar XXXI di Kota Banda Aceh. @PBIDI," cuit epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, Jumat, 25 Maret 2022. 
 
Ia melampirkan surat Nomor 0280/PB/MKEK/02/2022 Perihal Penyampaian Hasil Keputusan MKEK Tentang Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) pada tanggal 8 Februari 2022. 
 
Pada poin kedua, tertulis bahwa bila tidak dijumpai iktikad baik Terawan, maka Muktawamar memerintahkan PB IDI untuk melakukan pemecatan tetap sebagai anggota IDI. 
 
"Bahwa didapatkan dugaan tidak dijumpainya iktikad baik dari Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad sepanjang tahun 2018-2022," tulis poin ketiga.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif