Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Lima Saksi Kasus Gus Nur Diperiksa

Nasional pencemaran nama baik nahdlatul ulama
Siti Yona Hukmana • 26 Oktober 2020 18:54
Jakarta: Polisi telah memeriksa lima saksi kasus dugaan ujaraan kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) oleh Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Pemeriksaan saksi dilakukan sebelum penetapan tersangka.
 
"Sudah tiga saksi kita periksa, saksi ahli dua yang kita periksa, saksi ahli bahasa dan pidana," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Awi mengatakan Gus Nur juga telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan dilakukan usai ditangkap di kediamannya Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 00.18 WIB, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa Hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan, sebelumnya menyatakan penangkapan terhadap kliennya tidak sesuai prosedur. Awi memastikan penangkapan Gus Nur sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan profesional.
 
"Kalau tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh kepolisian di Pasal 77 KUHAP itu telah diatur bahwasanya ada ruang praperadilan, silakan kuasa hukum, keluarga, atau tersangkanya bisa mempraperadilankan kepolisian," ungkap jenderal bintang satu itu.
 
Baca: Penangkapan Gus Nur Dinilai Bukan Pelanggaran Kebebasan Berpendapat
 
Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka terkait ujaran kebencian pada NU. Dia ditangkap lantaran telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penghinaan.
 
Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu, 21 Oktober 2020. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
 
Gus Nur disangkakan Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor (UU) 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310, 311, dan 207 KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif