Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto

KPK Kaget MA Kurangi Hukuman Nur Alam

Nasional kasus nur alam
Juven Martua Sitompul • 13 Desember 2018 20:32
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku terkejut dengan putusan kasasi mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam. Sebab, majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara, lebih rendah dari tingkat banding yakni 15 tahun penjara.
 
"Saya agak syok mendengarnya bahwa hukumannya diturunkan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Dalam putusannya, majelis Hakim Agung yang terdiri dari Ketua Majelis Salman Luthan, dengan anggota LL Hutagalung dan Syamsul Rakan Chaniago menyatakan Nur Alam hanya terbukti menerima gratifikasi yang diatur dalam Pasal 12 B UU Tipikor. Sementara, Pasal 3 yang mengatur mengenai penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri, orang lain dan suatu korporasi yang merugikan keuangan negara dinyatakan tidak terbukti.
 
Meski mengaku kaget dengan putusan itu, kata Syarif, lembaganya tetap menghormati putusan kasasi MA, yang memotong hukuman Nur Alam. KPK harus menerima putusan tersebut. "Yah itulah yang harus kami terima, saya rasa seperti itu," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta sebelumnya menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana penjara terhadap Nur Alam, atas perkara korupsi dalam Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB). Hukuman ini lebih berat tiga tahun dibanding putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan vonis 12 tahun pidana penjara.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif