Mesin di kilang minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur -- ANT/Widodo S. Jusuf
Mesin di kilang minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur -- ANT/Widodo S. Jusuf

Berkas Kasus Korupsi Kondensat Memantul Lagi ke Bareskrim

Nasional kasus tppi
Lukman Diah Sari • 26 Juli 2016 12:24
medcom.id, Jakarta: Berkas kasus dugaan korupsi penjualan kondensat BP Migas ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) belum juga menuju P21 atau dinyatakan lengkap. Berkas masih saling pantul antara Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung.
 
"Berkas sudah dikembalikan lagi ke Bareskrim," ucap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/7/2016).
 
Arminsyah menjelaskan, berkas kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp27 triliun itu telah tiga kali bolak-balik dari penyidik Bareskrim Polri dan Kejagung. Saat ini, tim dari Jaksa Peneliti Kejagung meminta penyidik Bareskrim melengkapi berkas perkara agar kuat saat diadili.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah diberikan petunjuk (untuk melengkapi), agar unsur formil dan materilnya terpenuhi," jelasnya.
 
Kejagung juga meminta agar penyidik melengkapi terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disangkakan ke tersangka. Tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, yaitu mantan pemilik PT TPPI Honggo Wendratmo, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.
 
(Baca: Kasus Kondensat, Dua Tersangka Ditangguhkan dan Satu Diberi Red Notice)
 
Penyidik Bareskrim Polri menemukan sejumlah dugaan tindak pidana, yakni penunjukan langsung PT TPPI oleh BP Migas untuk menjual kondensat. Meski kontrak kerja sama BP Migas dengan PT TPPI ditandatangani pada Maret 2009, tetapi PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual. PT TPPI diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara.
 

(NIN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif