Sidang dakwaan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang dakwaan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Wawan Didakwa Rugikan Negara Rp94,3 Miliar

Nasional kasus korupsi tppu
Fachri Audhia Hafiez • 31 Oktober 2019 14:20
Jakarta: Komisaris Utama PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, didakwa memperkaya diri sendiri dan suatu korporasi. Kejahatannya itu mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp94,3 miliar.
 
"Telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan secara melawan hukum," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu, disebut mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Negara dirugikan Rp79,7 miliar dari permainan kotor itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wawan juga terlibat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012. Kerugian negara akibat dugaan praktik rasuah itu senilai Rp14,5 miliar.
 
"Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara," ujar Jaksa Budi.
 
Jaksa Budi mengatakan Wawan melakukan korupsi itu bersama-sama mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam perkara ini Atut berstatus terpidana dan dihukum lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Dalam kasus korupsi pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Wawan disebut telah menerima keuntungan Rp50 miliar. Sedangkan pihak yang diperkaya dalam kasus ini ialah:
 
1. Ratu Atut Chosiyah, Rp3,8 miliar
2. Pemilik PT Java Medica, Yuni Astuti, Rp 23,3 miliar
3. Mantan Kadis Kesehatan Pemprov Banten, Djaja Buddy Suhardja, Rp240 juta
4. Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ajat Drajat Ahmad Putra, Rp295 juta
5. Mantan Gubernur Banten, Rano Karno, Rp700 juta
6. Mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan panitia pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan Provinsi Banten, Jana Sunawati, Rp134 juta
7. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Yogi Adi Prabowo, Rp76,5 juta
8. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Tatan Supardi, Rp63 juta
9. Mantan Ketua Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Ferga Andriyana, Rp50 juta
10. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Eki Jaki Nuriman, Rp20 juta
11. Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Suherman, Rp15,5 juta
12. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, Aris Budiman, Rp1,5 juta
13. Sobran, Rp1 juta
14. Abdul Rohman, Rp60 juta
 
Jaksa menyebut Wawan juga menggelontorkan uang Rp 1,6 miliar buat fasilitas liburan ke Beijing berikut uang saku pejabat Dinkes Provinsi Banten, tim survei, panita pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan.
 
Kemudian, dalam korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan, Wawan diduga mengantongi Rp7,9 miliar. Pihak yang diperkaya Wawan dalam kasus ini di antaranya:
 
1. Kepala Bidang Sumber Daya dan Promosi Dinas Kesehatan Pemkot Tangerang Selatan, Mamak Jamakasari, Rp37,5 juta
2. Mantan Direktur utama PT Java Medika, Yuni Astuti, Rp5,06 miliar
3. Mantan Kadis Kesehatan Pemkot Tangerang Selatan, Dadang, Rp1,1 miliar
4. Pemilik PT Mikkindo Adiguna Pratama, Agus Marwan, Rp206 juta
5. Mantan Direktur PT Mikkindo Adiguna Pratama, Dadang Prijatna, Rp103 juta
 
Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif