Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.

Pengiriman 43 SSK Polri Untuk Menjamin Keamanan Papua

Nasional Kerusuhan Manokwari
Cindy • 13 September 2019 08:00
Jakarta: Polri menyebut pengiriman puluhan personel satuan setingkat kompi (SSK) ke Papua dan Papua Barat demi menjamin keamanan negara. Khususnya, menjaga keamanan warga setempat.
 
"Kenapa Polri mengirimkan 13 SSK di Papua Barat dan 30 SSK di Papua? Itu dalam rangka menjaga ketertiban dan memberi jaminan keamanan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
 
Penjagaan dilakukan agar tak terjadi lagi kerusuhan di dua provinsi tersebut. Jika tak diantisipasi secara maksimal, kata dia, kondisi itu jelas akan merugikan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena keamanan salah satu penopang utama bagi keberlangsungan pembangunan termasuk bagi kehidupan kita berbangsa dan bernegara," ucapnya.
 
Di sisi lain, jenderal bintang satu itu memastikan penegakan hukum terkait isu Papua telah dilakukan. Direktorat Siber Bareskrim Polri bahkan terus melacak serta menutup ribuan akun yang rasis dan menyebarkan ujaran kebencian.
 
"Ada 22 kasus ditangani sepanjang 2019. Terkait isu rasis papua ada empat kasus, tiga ditangani Polda Jawa Timur dan satu kasus Polda Sulawesi Selatan," kata dia.
 
Sebanyak 85 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kericuhan di Papua dan Papua Barat. 55 tersangka dari Papua, sedangkan 30 tersangka lain dari Papua Barat.
 
Rinciannya, 31 tersangka di Jayapura, 10 tersangka di Timika, dan 14 tersangka di Kabupaten Deiyai, Papua. Sementara di Papua Barat, 15 orang tersangka di Manokwari, 3 di Fakfak, 1 di Teluk Bintuni, 11 orang di Sorong dan 8 orang di Fakfak masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
Selanjutnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka terkait dugaan makar saat demo antirasialisme di depan Istana Negara, Rabu, 28 Agustus 2019. Tersangka menyampaikan tuntutan kemerdekaan Papua dan mengibarkan bendera Bintang Kejora.
 
Sementara Polda Jawa Timur menetapkan tiga tersangka. Ketiganya diduga menyebarkan hoaks terkait kericuhan di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif