Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

MA Minta Korban First Travel Pasrah

Nasional kemelut first travel
Juven Martua Sitompul • 20 November 2019 04:00
Jakarta: Korban penipuan Travel Umrah dan Haji First Travel diminta ikhlas dengan putusan Mahkamah Agung (MA). MA memutuskan seluruh aset First Travel dirampas negara.
 
“Perkara sudah putus, tidak perlu dimasalahkan lagi,” kata juru bicara MA Abdullah kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
 
Kendati begitu, menurut Abdullah, MA menghormati pendapat dari pihak manapun, khususnya keluhan para korban. “Tidak apa-apa, kita menghormati pendapat siapapun,” pungkasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, para pakar pidana menyebut para korban berhak menerima dana yang telah disetorkan ke First Travel. Sebab, uang yang dititipkan jemaah bukan merupakan bagian dari tindak kejahatan.
 
Dalam pertimbangan, putusan seharusnya hakim mempertimbangkan aspek lain di luar ketentuan hukum pidana. Sejatinya, dalam KUHP tak diatur bahwa barang bukti tak bisa dikembalikan atau dibagikan, namun dikembalikan ke negara.
 
Kekecewaan mendalam juga diutarakan para korban. Mereka tak terima putusan Mahkamah Agung bahwa seluruh aset First Travel dirampas negara bukannya mengembalikan ke jemaah.
 
Andriansyah, salah satu korban penipuan First Travel mengatakan keputusan tersebut sangat mengecewakan. Selama ini, negara tidak pernah berpartisipasi apapun terutama saat kasus tersebut masih dalam proses hukum.
 
Sementara itu, Kartipah Warga Depok yang menjadi korban First Travel mengaku hasil putusan MA sangat tidak adil. Aset yang disita seharusnya dikembalikan, bukannya malahan disita negara.
 
MA sebelumnya memutuskan seluruh harta dan aset First Travel diserahkan ke negara, bukan ke jemaah. Dari ribuan barang bukti, terdapat sejumlah aksesori seperti tas dan kaca mata mewah, juga sejumlah kendaraan. Barang-barang mewah tersebut dibeli dari uang para jemaah calon umrah yang mendaftar ke First Travel.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif