Suasana sidang vonis eks Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menghadapi- Medcom.id/Ilham Pratama
Suasana sidang vonis eks Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menghadapi- Medcom.id/Ilham Pratama

Permohonan Juctice Collabolator Sekjen KONI Dikabulkan

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Ilham Pratama Putra • 21 Mei 2019 01:41
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)menerima permohonan justice collaborator (JC) Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy. Permohonan JC dinilai memenuhi syarat.
 
"Mengabulkan permohonan justice collaborator Ending Fuad Hamidy," kata hakim ketua Rustiyono saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta," kata Hakim Ketua Rustiyono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Worotikan menyebut keterangan Hamidy sangat dibutuhkan. Terutama, terkait dugaan pemberian uang Rp11,5 milair yang diterima asisten pribadi Menprora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cuma memang apakah uangnya dari Miftahul Ulum ini demi kepentingan Menpora? Nah itu yang ingin kami gali lebih lanjut," Kata Ronald usai sidang.
 
Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun 8 bulan penjara oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hakim juga memvonis Bendahara KONI Johny E Awuy satu tahun delapan bulan penjara, dengan denda Rp50 juta rupiah subsider dua bulan kurungan.
 
Keduanya dinilai terbukti secara sengaja dan bersama-sama menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta. Suap yang mereka lakukan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Pengajuan dana itu termuat dalam Proposal Dukungan KONI Pusat dalam rangka Pengawasan dan Pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018. Kedua, Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora dalam rangka Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan Pendampingan Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Pada Multi Event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Hamidy dan Johnny menyuap dalam bentuk memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu buah handphone merek Samsung Galaxy Note 9. Hamidy turut berperan memberikan hadiah kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta berupa uang Rp215 juta.
 
Hamidy dan Johny terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif